![]() |
| foto : Fajar CQA |
KABUPATEN BEKASI — "Kalau sudah begitu, ya kita terpaksa memutar mencaru jalan yang tidak ada kendaraan di depan rumah warga," tuturnya.
Meski begitu, ada pula pengalaman yang membuat pekerjaan tersebut terasa lebih ringan.Dasim bersyukur masih banyak warga perumahan yang menunjukkan kepedulian kepada petugas kebersihan. Ada yang sekadar memberikan air minum, makanan, atau menyapa mereka ketika sedang menjalankan tugas."Alhamdulillah banyak yang baik kepada petugas kebersihan," Sambungnya.Tetapi pekerjaan itu juga tidak selalu berjalan tanpa kritik. Dasim mengaku terkadang menerima keluhan dari masyarakat ketika pelayanan pengangkutan sampah mengalami kendala.Ia memahami bahwa masyarakat menginginkan lingkungannya tetap bersih. Di sisi lain, para petugas juga memiliki keterbatasan yang terkadang tidak terlihat dari luar.Karena itu, Dasim berusaha menerima kritik tersebut sebagai bagian dari pekerjaan dan tetap meminta maaf kepada masyarakat apabila terdapat pelayanan yang kurang berkenan.Ada satu hal yang kemudian membuat Dasim semakin bersyukur menjalani pekerjaannya. Setelah bertahun-tahun bekerja mengangkut sampah, kini dirinya telah diakui oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi sebagai ASN PPPK.Status tersebut justru menjadi dorongan baginya untuk bekerja lebih giat.Baginya, ada kepuasan tersendiri ketika melihat wilayah yang menjadi tanggung jawabnya kembali bersih setelah sampah diangkut. Terlebih ketika tidak ada keluhan dari masyarakat."Rasanya kalau sudah bersih sangat lega ya. Apalagi sudah tidak ada komplen masyarakat," tuturnya.Kepuasan itu mungkin sederhana. Tetapi bagi orang yang setiap hari berhadapan dengan sampah, melihat lingkungan yang bersih setelah pekerjaan selesai menjadi semacam tanda bahwa lelah mereka tidak sia-sia.Setiap hari, Dasim dan kru mengangkat sampah dari rumah-rumah warga dan membawanya menuju tempat pemrosesan akhir. Sampah yang bagi sebagian orang cukup dibuang dari depan rumah, bagi mereka menjadi pekerjaan yang harus diangkat, dipindahkan, dimuat, dibawa, dan akhirnya diturunkan kembali di TPA Burangkeng. Mereka bekerja dengan sampah yang dihasilkan oleh masyarakat, tetapi pekerjaan mereka bukan sekadar memindahkan sampah. Ada upaya menjaga agar lingkungan tempat masyarakat hidup tetap dapat digunakan dengan nyaman."Semoga warga tidak memandang rendah kami sebagai petugas pengangkut sampah ya. Karena kami berupaya menjaga kebersihan dari sampah yang dihasilkan masyarakat juga," Pungkasnya.Pada akhirnya, lingkungan yang bersih bukan hanya hasil dari sapu yang bergerak atau truk yang mengangkut sampah.Ada orang-orang yang datang ketika sebagian dari kita masih tidur. Ada yang menghabiskan berjam-jam di jalan. Ada yang harus berhadapan dengan bau, panas, hujan, kemacetan, gang sempit, hingga risiko benda tajam yang tersembunyi di antara tumpukan sampah. Mereka mungkin tidak selalu dikenal namanya.Namun setiap kali sebuah jalan kembali bersih, setiap kali sampah di depan rumah terangkut, dan setiap kali lingkungan terasa lebih nyaman untuk ditinggali, ada tangan-tangan mereka yang ikut bekerja di baliknya.Sampah memang kita hasilkan setiap hari.Tetapi menjaga agar sampah itu tidak menjadi persoalan lingkungan adalah pekerjaan yang mereka jalani setiap hari pula.


