KOTA DEPOK — Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Depok mengapresiasi event Nuswara Depok 2026 yang digagas Komunitas Fesyen Depok (KFD), Ikatan Pengrajin dan Pecinta Batik Depok (IPPBD) dan difasilitasi oleh ITC Depok.
Ketua Dekranasda Kota Depok, Siti Barkah Hasanah mengatakan, Nuswara Depok 2026 merupakan bentuk kontribusi nyata komunitas fesyen dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.
Berbagai produk lokal dipamerkan untuk dikenalkan secara luas kepada pengunjung mal.
"Mudah-mudahan kegiatan satu bulan ini ramai pengunjungnya sehingga tertarik membeli dan mencintai produk lokal Depok," ucapnya saat pembukaan acara tersebut.
Cing Ikah sapaan akrab Ketua Dekranasda Depok mengungkapkan, saat ini pihaknya mencatat ada sekitar 300 pelaku usaha sektor industri dan mikro yang bergerak di bidang fesyen dan kerajinan tangan (craft).
Dimana, imbuhnya sebagian di antaranya telah masuk level utama.
Meski jumlah pengrajin batik di Depok hanya empat orang, namun para desainer lokal mampu membuat karya dengan kreativitasnya yang tinggi.
Batik khas daerah dikreasikan menjadi pakaian, topi, dan lain-lain.
"Kami sudah mengkurasi sejumlah produk usaha untuk kemudian dibina agar semakin baik lagi produk-produk yang dihasilkan sesuai standarnya," terang Cing Ikah.
Ia berharap Manajemen Pengelola ITC Mal dapat terus mendukung pemerintah dalam mengembangkan produk lokal daerah.
"Tentu saja kolaborasi yang dibangun ITC, komunitas dan pemerintah ini salah satu bentuk kolaborasi yang cukup baik. Saya ucapkan terima kasih," tandasnya.
Sebagai informasi Nuswara Depok 2026 berlangsung di Main Hall ITC Depok, 23 September - 22 Oktober 2026.


