KOTA DEPOK, INFO BEKASI JABAR – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Depok mengambil langkah strategis dengan memperluas jangkauan organisasi profesi pendidik agar tidak lagi terkesan eksklusif milik tenaga pengajar sekolah dasar negeri semata.
Ketua PGRI Kota Depok, Nisar Salim, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah gencar menjalin konsolidasi bersama Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) serta jajaran kepala SMP negeri se-Kota Depok, Selasa (29/9/2026).
Langkah integrasi ini bakal ditindaklanjuti secara teknis oleh pengurus cabang di tiap wilayah kecamatan. Melalui skema tersebut, satuan pendidikan menengah pertama negeri akan langsung menginduk pada kepengurusan PGRI tingkat kecamatan setempat.
“Kemarin mungkin mereka belum tersentuh untuk menjadi anggota PGRI. Sekarang saya sudah berusaha menyampaikan, ketemu dengan Ketua MKKS, mengumpulkan kepala sekolah-kepala sekolah, dan mereka siap untuk menjadi anggota PGRI,” kata Nisar.
Mekanisme Integrasi Cabang dan Pembukaan Pintu bagi Sekolah Swasta
Ia menerangkan, pembagian wilayah tugas akan disesuaikan dengan domisili sekolah. Sebagai gambaran, SMP negeri di wilayah Kecamatan Pancoran Mas akan bergabung ke PGRI Cabang Pancoran Mas, sedangkan sekolah di Kecamatan Cilodong otomatis menginduk ke cabang Cilodong.
Tak cuma menyasar lembaga pendidikan negeri, PGRI Kota Depok juga mulai menggaet sekolah-sekolah swasta. Wilayah Kecamatan Cilodong menjadi salah satu pelopor dengan masuknya kesiapan dari sejumlah lembaga pendidikan swasta seperti SD Ar-Royyan dan SD Ramah Anak.
“PGRI enggak hanya SD. Sebetulnya semua orang yang disebut dengan profesi guru itu harus memiliki naungan yang ada di bawah satu lembaga,” ujar Nisar.
“Sudah mulai ada beberapa swasta, SD, terutama SD, yang sudah mau bergabung dengan PGRI. Ada di Cilodong. SD Ar-Royyan sama SD Ramah Anak sudah siap bergabung,” ungkapnya.
Menghapus Stigma Organisasi Guru SD Negeri
Upaya masif ini diharapkan mampu mengubah cara pandang publik terhadap PGRI di Kota Depok, sehingga seluruh pendidik dari berbagai jenjang memiliki wadah perjuangan dan ruang kolaborasi yang setara.
“Kalau SMP sudah bergabung, nanti warna organisasi itu lebih terasa, lebih bisa dilihat. Kalau cuma ini, sekarang orang masih imagenya PGRI, ‘Oh, SD negeri ya?’ Padahal banyak yang harus kita rangkul,” tutupnya.
(Sumber: Diskominfo Depok)


