![]() |
KABUPATEN SUMEDANG, INFO BEKASI JABAR – Pemerintah Kabupaten Sumedang menggelar kegiatan pendidikan politik bagi para pemilih pemula di kalangan pelajar SMA guna menciptakan iklim demokrasi yang sehat, cerdas, dan bebas dari narasi negatif.
Kegiatan pendidikan politik non-pemilihan tersebut dilaksanakan di SMAN 1 Cimanggung pada Selasa (29/9/2026).
Cegah Pemilih Pemula Terprovokasi Narasi Hoaks
Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, yang hadir langsung sebagai narasumber menjelaskan bahwa edukasi ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam meningkatkan literasi politik generasi muda yang baru pertama kali akan menggunakan hak pilihnya.
Ia mengingatkan para siswa agar menjadi pemilih yang kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang belum terverifikasi kebenarannya.
“Kami ingin mewujudkan politik yang bersih dan tanpa intrik negatif. Melalui kegiatan ini, kami berharap adik-adik pemilih pemula tidak gampang terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya dan tidak sekadar ikut-ikutan alias fomo,” ujar Fajar Aldila di hadapan para siswa SMAN 1 Cimanggung.
Gandeng Akademisi FISIP Unpad untuk Literasi Politik
Guna memberikan pemahaman demokrasi yang komprehensif, Pemkab Sumedang menghadirkan narasumber ahli dari akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Padjadjaran (Unpad).
Kehadiran akademisi ini diharapkan dapat membekali para pelajar dengan pemahaman mendasar mengenai hak politik, tata cara berdemokrasi yang bijak, serta kemampuan menyaring informasi.
Sinergi Bersama Kemenkomdigi Tekan Sebaran Konten Negatif
Selain memberikan pembekalan langsung di sekolah, Pemkab Sumedang juga melakukan langkah pencegahan di ruang digital.
Wabup mengungkapkan, pihak pemerintah daerah saat ini berkoordinasi intensif dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) untuk memantau serta menindak platform digital yang menyebarkan konten hoaks.
"Langkah ini penting untuk memblokir media atau platform digital yang menyebarkan konten negatif dan informasi hoaks yang berpotensi memecah belah masyarakat," tegasnya.
Melalui program edukasi terpadu ini, Pemkab Sumedang berharap dapat membentuk generasi muda yang bijak bermedia sosial sekaligus menjadi penggerak demokrasi yang berkualitas.
(Rilis/Humas Pemkab Sumedang)


