KOTA DEPOK, INFO BEKASI JABAR – Pengcab dan tim pelatih hoki Kota Depok terus menggembleng fisik serta pematangan taktik para atlet binaannya melalui peningkatan porsi latihan secara masif demi memasang target prestasi tinggi pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.
Pembinaan hoki di Kota Depok didampingi Muhammad Yunus Yunio atau yang akrab dipanggil Coach Nio.
Meski hoki belum menjadi olahraga yang banyak dikenal masyarakat, pembinaannya di Kota Depok terus berkembang.
Saat ini, sekitar 50 anak usia 12 hingga 15 tahun mengikuti pembinaan.
Sementara untuk menghadapi Porprov Jabar 2026, sebanyak 48 atlet dipersiapkan untuk memperkuat Kota Depok.
Persiapan menghadapi Porprov telah dilakukan sejak sekitar dua tahun lalu.
Dalam satu tahun terakhir, atlet menjalani latihan lima sampai enam kali dalam sepekan.
Seince Juni 2026, intensitas latihan ditingkatkan menjadi delapan kali dalam sepekan.
“Jam latihan, intensitas, kualitas segala macam latihan itu kita semua kita perbaiki dan kita tingkatkan,” ujar Coach Nio kepada berita.depok.go.id, Selasa (29/09/26).
Peningkatan latihan dilakukan untuk mematangkan kemampuan atlet, baik dari sisi fisik, teknik, pemahaman permainan, maupun kerja sama tim.
Kota Depok sendiri akan mengikuti empat nomor pada Porprov Jabar 2026, yakni hockey indoor putra dan putri serta Hockey5s putra dan putri.
Tim juga telah menetapkan target prestasi, yaitu dua medali emas dari nomor Hockey5s, sementara nomor hockey indoor ditargetkan mampu mencapai final.
Peran Vital Pemain Pertahanan dan Aturan Permainan Stick
Di tengah persiapan tersebut, sejumlah atlet mulai bersiap menjalankan peran masing-masing di dalam tim.
Salah satunya adalah Rizky Rayidanu, warga Sawangan yang bermain sebagai defender atau pemain bertahan.
Sebagai defender, Rizky berperan menjaga area pertahanan dan mengantisipasi pergerakan lawan agar tidak mendapatkan peluang mencetak gol.
“Posisi saya sebagai defender yang tugasnya menjaga bola agar tidak ke arah gawang ataupun menjaga lawan agar tidak bisa mencetak gol. Kalau lawan bergerak saya juga bergerak,” tuturnya.
Peran sebagai defender juga dijalankan Kamila Putri Aristo, atlet yang tinggal di Panggulan.
Ia mengatakan, dalam menjalankan tugas bertahan, pemain perlu memperhatikan posisi stick dan cara memainkan bola agar tetap sesuai dengan aturan permainan.
“Kalau defense, stick-nya di bawah kayak gini, kita tuh enggak boleh naik ya kalau defense. Kalau bolanya naik itu pelanggaran untuk kita,” jelas Kamila.
Pernyataan tersebut menggambarkan salah satu hal yang perlu diperhatikan pemain saat bertahan.
Dalam hoki, penggunaan stick harus dilakukan secara aman dan sesuai aturan agar tidak membahayakan pemain lain.
Ketentuan terkait penggunaan stick dan permainan bola menjadi bagian penting yang harus dipahami atlet.
Bagi Rizky, persiapan menuju Porprov Jabar bukan hanya mengenai latihan fisik dan teknik.
Kekompakan antarpemain juga menjadi bagian penting agar tim dapat menjalankan permainan sesuai strategi yang telah disiapkan.
Capaian Atlet Binaan dan Permohonan Dukungan Warga Depok
Pembinaan yang dilakukan Kota Depok juga mulai menunjukkan hasil, Coach Nio menyebut tiga atlet binaannya telah mencapai Tim Nasional Junior.
Selain itu, dua atlet Jawa Barat juga berhasil meraih medali emas pada Kejuaraan Nasional Hoki Indoor yang berlangsung sekitar satu bulan sebelumnya.
Capaian tersebut menjadi salah satu gambaran perkembangan pembinaan hockey yang dilakukan secara berkelanjutan.
Dengan latihan yang semakin intensif, para atlet kini terus mempersiapkan diri menjelang pertandingan.
Setiap sesi latihan menjadi kesempatan untuk memperbaiki teknik, memahami permainan, membangun kekompakan, sekaligus menjaga kondisi fisik.
Rizky pun mengajak masyarakat Kota Depok untuk memberikan dukungan kepada tim hoki yang akan berlaga membawa nama daerah pada Porprov Jawa Barat 2026.
“Warga Depok dukung kami ya di tim Hoki Kota Depok, di Porprov Jawa Barat 2026. Depok maju,” tandasnya.
(Sumber: Diskominfo Depok)


